IDENTIFIKASI INFEKSI KECACINGAN (Soil Transmitted Helminth) DALAM TUMBUH KEMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Authors

  • Mario Sandro Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Nurwinda Saputri Universitas Muhammadiyah Pringsewu
  • Muhammad Arif Universitas Muhammadiyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.52657/jik.v15i1.3474

Keywords:

Identifikasi Kecacingan, Tumbuh Kembang Anak, PHBS, Anak Usia Sekolah Dasar,

Abstract

Banyaknya kasus terjadinya kecacingan pada saat ini yaitu dapat disebabkan karena kurangnya kepekaan masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, hal ini yang memicu dapat terjadinya kasus kecacingan yang ada di masyarakat. Kecacingan merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan dari berbagai macam banyak aspek seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Sarana atau sanitasi lingkungan rumah tempat tinggal seseorang, kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari  2026 dengan metode Crossectional Study dengan pengukuran secara langsung pada sampel yaitu seluruh siswa kelas 1,2,3, dan yang mempunyai kuku yang panjang. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan kuku, hal ini untuk mengetahui bagaimana personal hygiene siswa yang merupakan salah satu indikator dalam penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan mengukur tumbuh kembang siswa. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa-siswi memiliki hygiene personal yang baik, namun ada beberapa siswa-siswi yang memiliki hygiene personal yang kurang baik, yang ditemukan 3 orang (9%) positif ada telur cacing pada sampel kuku tersebut. Pada analisis bivariat yaitu pada status kejadian kecacingan dengan tinggi badan menunjukkan hasil terdapat korelasi antara status kejadian kecacingan dengan tinggi badan seseorang yang dimana menunjukkan hasil signifikan yaitu p = 0,000 yang bermakna ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan tinggi badan. pada status kejadian kecacingan dengan berat badan menunjukkan hasil terdapat korelasi antara status kejadian kecacingan dengan berat badan seseorang yang dimana menunjukkan hasil signifikan yaitu p = 0,000 yang bermakna ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan berat badan.

References

Alisia. (2018). Identifikasi Telur Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Kotoran Kuku Petani Di Kelurahan Kaliwungu Kabupaten Jombang.

Ariyanto. (2024). Penyuluhan Bahaya Cacingan bagi Siswa SD sebagai Upaya Mewujudkan Anak Sehat dan Berprestasi 1. 3, 456–460.

Bethony J.,Brooker,s. &Albonico,M.,2006. Soil-transmitted helminth infections:Ascariasis, Tricuriasis, and hookwoorm.Lancer, volume 367, p.1521 - 1532.

Dunn, J. C., Turner, H. C., Tun, A., & Anderson, R. M. (2016). Epidemiological surveys of, and research on, soil-transmitted helminths in Southest Asia : a systematic review. Parasites & Vectors, 1-13.

Firoos, M., Najmii, A., Bestari, R. S., Aisyah, R., & Rahmah, M. (2021). Correlation Parents ’ Knowledge and Environmental Sanitation Towards The Helminthiasis in Students. 1221–1227.

Ikhlasul. (2021). Faktor Risiko Kejadian Kecacingan. 02(04), 1181–1186.

Idayani. (2022). IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA KUKU ANAK Sri Idayani, Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali. 1–9. https://doi.org/10.34305/jikbh.v13i1.401

Indraswari, N. L. A., Haderiah, H., & Tiku, M. (2024). Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dalam Pencegahan Kecacingan Pada Siswa SD Negeri Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(1), 157–162. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i1.521

Jabbar. (2024). PENCEGAHAN STUNTING PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAAH NURUL MAGFIRAH KENDARI DENGANPEMBERIAN OBAT PENCEGAHAN MASSAL (POPM). 3(1), 16–20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). 1 dari 3 Balita Indonesia Derita Stunting.

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Ditingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Margono S. 2008. Nematoda Usus Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Edisi 4. Jakarta : FK UI, 6-20

Sapalas, R. A., Putri, N., Ahyani, D., Rahmah, S. N., Lubis, A. F., Islam, F. A., Jakarta, U. M., Dahlan, A., Masyarakat, J. K., Masyarakat, F. K., Jakarta, U. M., Hukum, J. I., Hukum, F., & Jakarta, U. M. (2022). Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat mewujudkan kesejahteraan masyarakat

Satari, HI. 2010. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Edisi Kedua. Jakarta: IDAI

Sehatman. (2006). Diagnosa infeksi cacing tambang. Majalah Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan.

Sri. (2021). Worms In Children At SD Negeri No 095130 Senio Bangun Mount. 10(01), 456–460.

WHO. As A Pupblic Health Problem In Children.; 2011. http://www.who.int/neglected_diseases/en.

WHO.(2023).SoilTransmittedHelminthinfections.https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections

Winkoto, Risal. 2014. Relations Aspect of Personal Hyginie and Behaviour Aspect With Worm Eggs Nail Contamination Risk at 4th, 5th and 6th Grade of State Elementary School 2 Raja Basa Districts Bandar Lampung.

Yulizwati. (2014). Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita.

Downloads

Published

2026-01-15

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.